HAL TERPENTING DALAM MENYIAPKAN & MELATIH SEORANG GURU BAHASA
Persiapan dan pelatihan guru menempati posisi yang penting dan istimewa, terutama bagi para guru bahasa Arab untuk penutur asing. Sebab banyak dari mereka bukanlah lulusan ilmu kebahasaan terapan dan belum mendapatkan pelatihan di bidang ini.
Urgensi persiapan dan pelatihan guru berangkat dari pentingnya peran guru itu sendiri dalam proses pendidikan. Studi-studi pendidikan menunjukkan bahwa peran guru secara umum menyumbang 60% dari pengaruh dalam pembentukan karakter dan kemampuan peserta didik, sementara unsur-unsur pendidikan lainnya berkontribusi sebesar 40%.
Oleh karena itu, persiapan guru bahasa Arab minimal harus mencakup beberapa unsur dasar berikut:
1. Persiapan Bahasa
Yaitu membekali calon guru dengan kemampuan bahasa pada bahasa target yang akan diajarkan. Ini mencakup kecakapan linguistik yang memadai dalam berbagai keterampilan berbahasa, ditambah dengan pengetahuan yang tepat mengenai bahasa tersebut, budayanya, dan sejarahnya. Tanpa bekal ini, seorang guru tidak akan berhasil mengajar, karena -seperti pepatah Arab mengatakan- : “Orang yang tidak memiliki sesuatu, tidak bisa memberikannya.”
2. Persiapan Ilmiah
Yaitu memberikan kepada peserta pelatihan pengetahuan linguistik baik secara teoretis maupun praktis, yang berkaitan dengan bahasa target. Ini mencakup kajian tentang struktur tata bahasa (nahwu), morfologi (sharf), fonologi (ilmu bunyi), semantik, aspek balaghah (retorika), analisis wacana, teori pemerolehan bahasa pertama dan kedua, serta isu-isu dalam sosiolinguistik.
3. Persiapan Pendidikan
Maksudnya adalah memberikan pemahaman tentang metode pengajaran bahasa asing, teknik evaluasi performa peserta didik, analisis kesalahan dan cara memperbaikinya, serta penyusunan alat bantu ajar audio-visual yang tepat dan penggunaannya secara efektif. Termasuk juga pelatihan membuat bahan ajar seperti menyusun pelajaran dan latihan-latihan praktis.
Penting untuk ditekankan bahwa persiapan ini harus dirancang agar langsung relevan dengan tugas seorang guru bahasa. Pengalaman menunjukkan bahwa mengajarkan materi umum seperti teori metode pengajaran, evaluasi, atau media pembelajaran secara terpisah tidak banyak membantu, karena sering kali disampaikan secara teoritis dan tidak dikaitkan langsung dengan praktik mengajar bahasa secara nyata.
Persiapan juga perlu mencakup dasar-dasar ilmu pendidikan dan keterampilan manajemen kelas, seperti pengaturan tempat duduk siswa, pengelolaan aktivitas pasangan dan kelompok, dan sebagainya.
4. Pelatihan Mandiri
Yang dimaksud di sini adalah melatih guru untuk mengembangkan diri secara mandiri, misalnya dengan:
Mengenalkan mereka pada referensi, jurnal, dan forum-forum ilmiah rutin yang bisa menunjang pengembangan pengetahuan dan keterampilan profesional.
Melatih mereka untuk reflektif, mampu menilai diri sendiri, menganalisis pengalaman orang lain, serta mengambil manfaat dari sisi positif dan menghindari sisi negatifnya.
Melatih guru untuk melakukan eksperimen lapangan sederhana guna meningkatkan performa dan mencari solusi atas berbagai persoalan praktis yang dihadapi.
Langkah-Langkah Pelatihan Guru:
Materi dibagi menjadi langkah-langkah kecil agar tidak membingungkan.
Peserta diberikan kesempatan berdiskusi dan praktik di akhir setiap langkah untuk menghindari tumpang tindih pemahaman.
Bagian yang dianggap sulit dibagi dan diperjelas agar lebih mudah dipahami.
Latihan praktik diberikan porsi yang sesuai agar peserta dapat menerapkan apa yang telah dipelajari secara teoretis.
Sumber: Idhaat li-mu'allimi Al-Lughah Al-Arabiyyah li-ghairi An-Nathiqiin bihaa, hlm. 13-14.
- Categories
- Pendidikan


